Selamat Datang di Pondok Pesantren Ibnul Qoyyim Putra Yogyakarta, Jalan Yogya - Wonosari Km 10,5 Sitimulyo, Piyungan, Bantul.
Tampilkan postingan dengan label GALERI KEGIATAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label GALERI KEGIATAN. Tampilkan semua postingan

Senin, 02 November 2020

PPIQ Putra Mulai Mendatangkan Santri : Santri Datang secara Bergelombang

 

                                 (Foto: Pengecekan suhu badan santri)

PPIQ Putra, Bantul - Setelah kurang lebih lebih 6 bulan melaksanakan pendidikan secara daring, akhirnya  Pondok Pesantren Ibnul Qoyyim Ibnul Qoyyim Putra mulai mendatangkan kembali santri untuk melaksanakan pendidikan tatap muka. Hal ini merupakan hasil pertimbangan dan keputusan bersama  dari Yayasan dan Pimpinan Pondok, juga telah mendapatkan izin resmi dari Gugus Covid Kecamatan Piyungan.

Di tengah suasana pandemi covid-19 yang masih melanda ini, tentu Pihak PPIQ Putra tetap mengikuti peraturan pemerintah terkait pelaksanaan pendidikan, termasuk dalam proses mendatangkan santri.





Agar tidak terjadi kerumunan, kedatangan santri PPIQ  Putra di masa pandemi ini dilaksanakan secara bergelombang. Mengawali kedatangan seluruh santri, yang didatangkan terlebih dahulu adalah santri kelas 6 KMI (kelas XII MA). Ada dua puluh santri yang telah didatangkan pada gelombang pertama ini, yaitu delapan santri pada hari Kamis (29/10/2020), dan dua belas santri pada hari Ahad (01/11/2020).

Santri  kelas 6 yang didatangkan di gelombang pertama ini adalah para santri yang berdomisili di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya.  Adapun santri yang bertempat tinggal di luar Yogyakarta akan didatangkan pada kloter ketiga, yaitu pada tanggal 8 November 2020.



Lalu bagaimana dengan santri-santri lainnya? Mereka akan didatangkan sesuai jadwal yang telah ditentukan oleh pihak pesantren, yaitu per-dua pekan. Setelah seluruh kelas 6 datang, maka yang akan didatangkan pada gelombang selanjutnya, yaitu  pada tanggal 21 November 2020 adalah kelas 1 KMI (VII MTs), kemudian lanjut seterusnya mengikuti  jadwal.

Reporter : Muhammad Jundi Rabbani

Minggu, 25 Oktober 2020

Kunjungan ke PPIQ Putra, FORKOMPIMCAM Piyungan Berikan Tanggapan dan Saran Terkait Persiapan Kedatangan santri

 

   (Foto: Satgas Covid PPIQ Putra bersama Pak Camat dan Danramil Kec. Piyungan)

PPIQ PUTRA, Piyungan  - Forum Komunikasi Pimpinan Cabang Kecamatan (FORKOMPIMCAM) Piyungan melakukan kunjungan ke Pondok Pesantren Ibnul Qoyyim Putra dalam rangka memastikan kesiapan pondok dalam mendatangkan santri. Kunjungan yang dilakukan pada Sabtu (24/10/2020) ini dihadiri oleh beberapa pimpinan cabang, yaitu Camat Piyungan, Kapolsek beserta jajarannya, dan Danramil beserta jajarannya.

Kunjungan ini merupakan kunjungan ketiga yang dilakukan di PPIQ Putra. Pada kesempatan ini, ketua Satgas Covid PPIQ Putra, Ustadz Alwi dan Ustadz Fajar membersamai langsung para pimpinan cabang dalam melakukan peninjauan. 

Sesampainya di PPIQ Putra, para pimpinan cabang terlebih dahulu meminta laporan dari tim Satgas Covid pondok. Ustadz Fajar Nur Rachmat selaku ketua dua Satgas Covid PPIQ Putra memaparkan kepada para pimpinan cabang tentang kesiapan yang telah dilakukan sejak bulan Agustus lalu hingga sekarang, baik hal-hal yang berkaitan dengan protokol kesehatan, fasilitas infrastruktur, serta teknis kedatangan santri.


Setelah mendegar pemaparan dari ketua Satgas Covid PPIQ, para pimpinan cabang melakukan tanya jawab seputar protokol kesehatan, juga memberikan tanggapan dan saran dari apa yang dipaparkan oleh ketua satgas covid PPIQ. Bapak Camat Piyungan, Roy EB, AP, MM menyampaikan bahwa standar fasilitas kesehatan yang disiapkan oleh PPIQ Putra sudah bagus, keterangan ini juga ia dapatkan dari pihak Puskesmas Kecamatan Piyungan. 

Kemudian Bapak Camat memberikan saran, agar dalam proses persiapan dan saat mendatangkan santri, pihak pondok melakukan koordinasi yang intens dengan masyarakat, terutama dengan para tokoh masyarakat. Selain itu, Kapolsek juga memberikan himbauan kepada pengurus pondok, agar ketika santri sudah masuk, dalam aktivitas mereka benar-benar diberlakukan peraturan yang ketat, khususnya dalam hal protokol kesehatan, seperti mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, dan lain sebagaianya.

Kurang lebih dua puluh menit para pimpinan cabang berbincang-bincang dengan tim satgas covid PPIQ Putra. Setelah itu seluruh peserta peninjauan berjalan bersama menuju asrama untuk melihat kondisi terkini, untuk memastikan apa yang dipaparkan oleh tim satgas covid pondok.



Dari peninjauan yang ketiga ini, secara umum FORKOMPIMCAM Piyungan telah mempersilahkan pihak Pondok Pesantren Ibnul Qoyyim Putra untuk mendatangkan santri, tapi dengan catatan pihak pondok harus tetap melakukan koordinasi secara intens, dan memberikan laporan secara berkala kepada pihak-pihak yang terkait, khususnya Puskesmas Piyungan, Tokoh Masyarakat, serta Aparat Keamanan setempat. Karena salah satu cita-cita pemerintah Kecamatan Piyungan di masa pandemi ini adalah tidak ada munculnya cluster covid baru.

Reporter : Muhammad Jundi Rabbani

Kamis, 15 Oktober 2020

Majelis Ba'da Subuh bersama Anak Muda, Upaya Melanggengkan Warisan (Alm) KHR. Hisyam Syafi'ie


            (Foto: Ustadz H. Purwadi Pangestutyas bersama para asatidz muda)

Kamis, 27 Shafar 1442 H / 15 Oktober 2020.

Bantul, Yogyakarta - Segala puji bagi Allah yang masih memberikan anugerah waktu dan semangat untuk terus mengkaji ilmu-Nya yang luas. Sejak tiga minggu terakhir, tepatnya pada waktu subuh hingga menjelang matahari terbit,  Masjid Mus’ab bin Umair kompleks Pondok Pesantren Ibnul Qoyyim Putra terasa sangat hidup. Para asatidz muda yang mengabdi di pondok kini sedang bersemangat dalam mengikuti kegiatan Tahsin Tajwid bersama direktur PPIQ Putra, Ustadz H. Purwadi Pangestutyas.  Meskipun pondok masih sunyi dari suara obrolan dan aktivitas santri, majelis ilmu yang hampir setiap hari diikuti oleh para asatidz muda ini selalu mewarnai pagi hari di Pondok.

Kegiatan ini diinisiasi langung oleh Ustadz H. Purwadi, dengan harapan kajian Tahsin Tajwid ini menjadi wadah bagi para asatidz untuk terus mempelajari bagian dari ilmu Al-Qur’an,  juga sebagai bekal bila sewaktu-waktu mereka diminta untuk menjadi imam sholat, baik di masjid Pondok maupun di masyarakat.

Sebagai gambaran, kegiatan ini dilaksanakan selepas sholat subuh. Diawali dengan membaca dzikir pagi bersama, kemudian dilanjutkan dengan kajian inti Tahsin Tajwid yang dibimbing langsung oleh Ustadz H. Purwadi.  Apabila kajian Tahsin Tajwid telah selesai,  Ustadz H. Purwadi biasa memberikan beberapa pesan dan nasihat.

Ada satu nasihat yg pernah beliau sampaikan kepada para asatidz muda, sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah, beliau menyampaikan kurang lebih, "Nikmatnya hidup di pondok ya gini, kita bisa leluasa untuk belajar. Berbeda kalau kita sudah di masyarakat, kita harus benar-benar matang, karena masyarakat sangat memperhatikan kita."

Teringat kisah perjalanan hidup (Alm) KHR. Hisyam Syafi’ie (Pendiri Pondok) yang pernah diceritakan oleh Ustadz Muhammad Yahmin di kediaman beliau, Rabu malam (23/9/2020). Beliau menyampaikan, bahwa salah satu kebiasaan yang tidak pernah putus dilakukan oleh Mbah Hisyam dulu adalah pembinaan terhadap anak-anak muda desa Gandu (desa berdirinya Pondok Pesantren Ibnul Qoyyim Yogyakarta, yang kini menjadi unit putri). Beliau membimbing anak-anak muda untuk selalu dekat dengan langgar, dan melaksanakan sholat  5 waktu di langgar (sekarang masjid Al-Mujahidin). Selain itu, Ustadz Yahmin juga bercerita, bahwa Mbah Hisyam selalu memastikan selepas sholat subuh harus ada kultum. Tidak ada hari yang terlewatkan di langgar itu kecuali di dalamnya pasti ada kultum subuh, baik disampaikan oleh Mbah Hisyam sendiri, juga disampaikan oleh anak-anak muda sebagai wadah mereka untuk belajar.

Semoga apa yang dilakukan oleh Ustadz H. Purwadi Pangestu bersama para asatidz PPIQ putra sekarang ini menjadi upaya melanggengkan kebiasaan baik yang telah diwariskan oleh  (Alm) KHR. Hisyam Syafi’ie.

Reporter  : Muhammad Jundi Rabbani

 

Minggu, 04 Oktober 2020

Lakukan Peninjauan Tahap kedua, Petugas Puskesmas Piyungan menilai persiapan PPIQ Putra untuk mendatangkan santri telah memenuhi Standar.



Rabu, 30/10/2020- Dalam rangka ikhtiar mendatangkan santri, Pondok Pesantren Ibnul Qoyyim Putra kembali mengundang petugas Puskesmas Piyungan untuk melakukan peninjauan tahap kedua. Pada peninjauan tahap pertama lalu, petugas puskesmas Piyungan menyampaikan bahwa masih banyak hal-hal yang perlu dilengkapi. Dalam waktu kurang lebih 1 bulan, satgas PPIQ putra bersama pengurus pondok lainnya telah melaksanakan "PR" yang disampaikan oleh petugas puskesmas. Alhamdulillah pada peninjauan yang kedua ini, petugas puskesmas menilai bahwa persiapan yang dilakukan sudah memenuhi standar protokol kesehatan pada umumnya.

Peninjauan yang dilakukan pada kesempatan ini berjalan kurang lebih 2 jam, dari pukul 11.00 sampai pukul 13.00.  Dua orang petugas dari Puskesmas Piyungan, yaitu Ibu Lia dan Ibu Siska, melakukan peninjauan dengan ditemani oleh tiga orang  satgas pondok, yaitu Ustadz Alwi, Ustadz Fajar, dan Ustadz Riski.



Dalam peninjauan yang kedua ini, ada beberapa hal yang paling diperhatikan oleh petugas, seperti yang disampaikan oleh Ustadz Alwi kepada kami, "petugas puskesmas melakukan pengecekan fasilitas di tempat-tempat yang menjadi sentral aktivitas seperti masjid, asrama, dapur, tempat makan, UKS, Kelas, UKS darurat, dan kamar mandi. Petugas juga memastikan setiap sisi pondok telah disediakan air dan sabun cuci tangan, dan setiap tempat yang menjadi sentral aktivitas santri sudah menyiapkan protokol kesehatan."





Setelah selesai dilakukan peninjauan tahap kedua ini, tindakan selanjutnya adalah petugas puskesmas akan melakukan koordinasi dengan Satgas Covid Kecamatan, dan pihak pondok diminta untuk menunggu kabar dari Puskesmas sementara waktu. Semoga permohonan izin untuk mendatangkan santri Allah mudahkan, dan bisa segera tembus ke Kabupaten. 

Reporter: Muhammad Jundi Rabbani

Jumat, 04 September 2020

Tim Puskesmas Piyungan Kunjungi Ponpes Ibnul Qoyyim Putra Tinjau Kesiapan Kedatangan Santri (Tahap 1)

 


Pada hari Kamis, 15 Muharam 1442 H / 3 September 2020, Pondok Pesantren Ibnul Qoyyim dikunjungi oleh tim peninjau dari Puskesmas Piyungan, Bantul, DIY. Hal ini merupakan tindak lanjut dari permohonan izin pihak pesantren kepada pemerintah setempat untuk kembali mengadakan pendidikan secara tatap muka, dengan tetap mengikuti peraturan kebiasaan baru. Setelah menjalani prosedur perizinan, dan juga menerima undangan untuk presentasi persiapan dari Kecamatan Piyungan pada hari Selasa, satuan tugas Covid-19 Pondok Pesantren Ibnul Qoyyim Putra menyambut kedatangan tim peninjau dari Puskesmas. 

Kunjungan yang dilakukan oleh tim dari Puskesmas Piyungan pada hari ini merupakan peninjauan persiapan tahap pertama. Pada kesempatan tersebut tim peninjau dari Puskesmas Piyungan berjumlah 4 orang. Kegiatan peninjauan ini dimulai dari pukul 11.00 s./d pukul 13.00, dibersamai oleh 4 orang satgas covid PPIQ, Ustadz. H. Bayu Arif Kurnia S.Pd, Ustadz. Muhammad Fajar Nur Rachmat Lc, Ustadz Alwi, dan Ustadz Alvatera Bima.

Kegiatan utama yang dilaksanakan pada peninjauan tahap pertama ini adalah pengecekan protokol kesehatan dan fasilitas. Bersama satgas covid PPIQ, tim peninjau Puskesmas Piyungan mengunjungi setiap gedung pondok, mulai dari asrama, masjid, UKS, ruang-ruang kelas, kantor, dapur, ruang makan, serta kamar mandi. Ketua tim peninjau. Setelah meninjau seluruh protokol dan fasilitas kesehatan kebiasaan baru, Ibu Lia selaku ketua tim peninjau memberi tanggapan, "persiapan yang dilakukan sudah cukup bagus dan sesuai standar, namun ada beberapa hal yang perlu ditambahi."



Ustadz Alwi selaku penanggung jawab lapangan satgas covid PPIQ, memberi keterangan bahwa ada banyak hal yang perlu ditambah untuk melengkapi protokol kesehatan dalam menyambut kedatangan santri, di antarnya adalah; penambahan poster tata cara cuci tangan dan 4M, sterilisasi masjid menggunakan disinfektan, pengatur keluar masuk masjid, petugas pos jaga menggunakan APD, dan lain sebagainya.

Tim peninjau Puskesmas Piyungan berharap pihak pondok segera membenahi dan menambah protokol dan fasilitas sesuai catatan yang telah disampaikan selama peninjauan pertama ini. In shaa Allah akan segera dilakukan lagi peninjauan tahap kedua, setelah kesepakatan antara pihak pondok dan tim Puskesmas. Semoga Allah senantiasa memberi kemudahan untuk persiapan ini, agar santri bisa segera kembali ke Pondok, dan bisa menjalani pendidikan tatap muka seperti tahun-tahun sebelumnya.


Reporter: Muhammad Jundi Rabbani

Rabu, 02 September 2020

Evaluasi Bulanan Bersama Unit Putra dan Putri

 


Selasa, 13 Muharram 1442 H / 1 September 2020. 


Setelah beberapa bulan tidak melaksanakan evaluasi Bulanan bersama sebab pandemi, jajaran Pimpinan, Guru, dan Karyawan Pondok Pesantren Ibnul Qoyyim Yogyakarta unit Putra dan Putri kini kembali berkumpul bersama untuk melaksanakan evaluasi Bulanan.
Pada kesempatan ini, evalusi bersama bertempat di Pondok Pesantren Ibnul Qoyyim unit Putra.

Acara dimulai dari pukul 13.00 dan yang menjadi pembawa acara adalah Ustadz. H. Burhanadi Nurdin.

Pada kesempatan siang itu, acara diawali dengan melantunkan Asmaul Husna dan bacaan Al Quran, yang dipimpin oleh Direktur KMI PPIQ Putra, Ustadz. H. Purwadi  Pangestutyas M.Pd.I. Lantunan Asmaul Husna dan Al Quran siang itu membuat suasana kumpul terasa tenang.


Setelah itu, Pimpinan Pondok Pesantren Ibnul Qoyyim, KH. Rohadi Agus Salim, M.Pd.I dihaturkan waktu oleh pembawa acara untuk memberikan arahan kepada seluruh jajaran Guru dan Karyawan. Beliau menyampaikan, semoga kebiasaan baik membaca Al Quran di setiap agenda evaluasi bulanan, akan menurunkan sakinah dan semangat baru, dan beliau berharap semoga pondok kita terus dilimpahi kebaikan oleh Allah ta'aala.
Setelah arahan dari Pak Kiyai, MC membacakan susunan acara yang berikutnya, yaitu Tausiyah.

Pada kesempatan kali ini, yang memberikan Tausiyah adalah salah satu Guru Senior di Pondok Pesantren Ibnul Qoyyim, yang kini menjadi Penasehat, beliau adalah Ustadz. H. Anas Masduki.


Banyak nasihat yang di sampaikan oleh Ustadz Anas pada kesempatan siang ini, secara umum beliau memberikan materi tentang "Mengambil pelajaran dari tahun baru Hijriah, serta perjuangan para kaum muhajirin dan Asnhor."
Beliau berharap agar semua guru dan karyawan pondok bisa mengambil hikmah dari kehidupan kaum Muhajirin dan Anshor, yang mana sejarah dua  kaum tersebut sarat dengan sikap tolong menolong untuk kemajuan Islam.

Ada satu hal yang menarik yang beliau sampaikan di akhir pembicaraannya, yaitu tentang semboyan dari Bapak Pendidikan Indonesia, yaitu Ki. Hajar Dewantara.

"Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani"  artinya, "yang di depan memberi contoh, di tengah memberi semangat, di belakang memberi dorongan"

Beliau berharap agar semua yang terlibat di Pondok Pesantren Ibnul Qoyyim bisa menghimpun 3 sikap di atas. Ada saat nya kita memberi contoh, ada saatnya kita memberi semangat, dan ada saat di mana kita harus memberi dorongan.

Semoga dengan ini semua jajaran pengurus serta para guru dan karyawan Pondok Pesantren Ibnul Qoyyim bisa terus mengembangkan pondok tercinta.


 Reporter: Muhammad Jundi Rabbani

Kamis, 30 Juli 2020

Evaluasi Bulanan serta Buka Puasa Arafah bersama Guru dan Karyawan

Kamis, 30 Juli 2020 ( 9 Dzulhijjah 1441 H)



 












   


    Setelah dua minggu memasuki tahun ajaran baru 2020-2021, pada tanggal 30 Juli 2020, bertepatan dengan tanggal 9 Dzulhijjah 1441 H, guru dan karyawan Pondok Pesantren Ibnul Qoyyim Putra melaksanakan evaluasi bulanan yang biasa diadakan setiap akhir bulan. Evaluasi yang dilaksanakan di Masjid Mus'ab bin Umair kompleks PPIQ Putra ini dihadiri kurang lebih 60 guru dan karyawan, termasuk Pimpinan Pondok, yang pada kesempatan hari ini juga sebagian besarnya melaksanakan Puasa Arafah.
    Acara dimulai pukul 16.45, yang menjadi pembawa acara pada kesmepatan ini adalah Ust. Burhanadi Nurdin S.I.Kom. Setelah dibuka dengan basmalah, agenda di awali dengan melantunkan asma'ul husna bersama, dipimpin oleh Direktur KMI PPIQ Putra, Ustadz. H. Purwadi Pangestutyas S.Pd.I. Gemuruh lantunan asma'ul husna membuat hati siapa saja yang mendengarkannya menjadi tenang.
    Setelah memimpin baca'an asma'ul husna, Ustadz. Purwadi lanjut dengan memberikan sambutannya . Beliau mengawali sambutannya dengan bersyukur atas nikmat yang Allah berikan sampai saat ini, termasuk nikmat bisa bertemu dengan Hari Besar Islam, Iedul Adha. Selain itu beliau juga menyampaikan seputar kebaikan-kebaikan yang berkaitan dengan hari raya qurban.
    Ustadz Purwadi juga menyampaikan info terkini yang berkaitan dengan pendidikan di Pondok Ibnul Qoyyim Putra pada masa pandemi ini, bahwa memasuki bulan Agustus ini kemungkinan pembelajaran masih tetap dilaksanakan dengan sistem daring, karena pemerintah Kab. Bantul belum mengeluarkan izin pembelajaran tatap muka. Kita mohon bersama kepada Allah 'azza wa jalla, semoga keaadan ini segera membaik, sehingga santriwan bisa kembali menjalani pendidikan di pondok.
     Sebagai penutup sambutannya, Ustadz Purwadi memberikan nasihat kepada Guru dan Karyawan, agar tetap semangat menjalani tugas sebagai pendidik dan pengajar di tengah masa pandemi ini, meskipun kondisi saat ini mempengaruhi kondisi ekonomi, tapi in syaa Allah rezeki dari Allah tetap tersedia untuk kita.
    Setelah sambutan dari Direktru KMI Pondok Putra, acara dilanjutkan dengan penyampaian nasihat singkat dari Pimpinan PP Ibnul Qoyyim, KH. Rohadi Agus Salim Lc S.Pd.I. Pada kesempatan ini beliau menyegarkan kembali pikiran para guru dan karyawan tentang Hagia Sofia. Kembalinya Hagia Sofia menjadi masjid tentunya melalui perjuangan panjang, dan ini merupakan titik terang kebangkitan Islam, tutur beliau. KH. Rohadi Agus Salim memberi nasihat kepada guru dan karyawan agar ikut masuk ke dalam gelombang menuju kejayaan Islam, serta menyatukan kekuatan dengan selalu berinteraksi Al-Qur'an. 
    Terakhir sebelum acara dtitutup , hadirin melaksanakan do'a bersama yang dipimpin oleh Ustadz Purwadi. Dan setelah  MC menutup dengan salam, adzan berkumandang, para guru karyawan bersama-sama membatalkan puasa  dengan hidangan yang telah disediakan. Alhamdulillah.
    
Sebagai penutup berita ini, segenap Keluarga Besar Pondok Pesantren Ibnul Qpyyim Putera mengucapkan, 
"Selamat Hari Raya Idul Adha 1441 H"

Semoga Allah menerima amal ibadah udhiyah bagi yang melaksanakannya.
Bagi yang belum mampu melaksanakan, semoga Allah memberikan kesempatan untuk melaksanakan ibadah udhiyah di waktu yang akan datang. Aamiin

قُلْ إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

“Katakanlah sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah Rabb semesta alam” (Q.S al-An’ām : 162)


Reporter: Muhammad Jundi Rabbani

Senin, 27 Juli 2020

Kuliah Umum IV - Ke Organisasian - Khutbatu-L-'Arsy Ponpes Ibnul Qoyyim Putra

    Di hari terakhir, Jum'at 24 Juli 2020, kuliah umum diisi oleh kepala Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Ibnnul  Qoyyim Putra, Ustadz H. Dhimas Rhomaulian S.Pd. Pada hari ini Ustadz dimas diminta untuk memberikan materi dengan Tema Ke-Organisasian. Secara umum, ada dua organisasi santri di PPIQ yang beliau sampaikan, pertama  yaitu Organisasi setara OSIS, yaitu Organiasi Santri Ibnul Qoyyim (OSIQ), yang kedua adalah Praja Muda Karana (Pramuka). Di Pondok Ibnul Qoyyim yang menjadi pengurus organisasi adalah santri kelas 5, dengan masa jabatan selama 1 tahun. Ustadz Dimas memberikan penjelasan tentang berbagai hal tentang organisasi santri, seperti jajaran bagian-bagian yang ada di OSIQ beserta  fungsinya, seperti Bagian Bahasa, Bagian Keamanan, Bagian Olahraga dan Seni, dan lain-lain . Selain itu ustadz Dhimas juga menerangkan kegiatan-kegiatan yang diadakan oleh setiap bagian di Organisasi Santri.

(Ustadz Dhimas Rhomaulian S.Pd)

Silahkan klik link di bawah ini untuk menonton

https://www.youtube.com/watch?v=Zqj681DEpQ4&t=787s

Jazaakumullah Khairan.

Oleh: Muhammad Jundi Rabbani 


Masa Orientasi Santri Baru 2020, Khutbatul 'Arsy Daring

    Pondok Pesantren Ibnul Qoyyim Putra kembali mengadakan agenda rutin awal Tahun ajaran, yaitu Khutbatul ‘Arsy atau masa orientasi santri. Tujuan utama agenda ini adalah mengenalkan berbagai hal tentang pondok pesantren kepada santri baru.

    Namun tahun ini sedikit berbeda, santri belum bisa mengikuti kegiatan Khutbatul ‘Arsy secara langsung di Pondok. Seharusnya, apabila santri berada di Pondok, banyak rangkaian Khutbatul ‘Arsy yang akan diikuti, namun di kondisi pandemi ini, santri hanya mengikuti kegiatan Kuliah Umum. Kuliah umum dilakukan secara online, melalui laman Youtube “Ibnul Qoyyim Jogjakarta”, selama lima hari, dari tanggal 20 sampai dengan 24 Juli 2020






    Di hari pertama, Senin 20 Juli 2020, kuliah Umum diisi oleh Pimpinan PPIQ, KH. Rohadi Agus Salim Lc, S.Pd.I, dengan tema ke-pondokan. Berisi tentang sekelumit hal tentang Pondok Pesantren Ibnul Qoyim, mulai dari sejarah didirikannya, tokoh-tokoh pendiri, juga beberap peristiwa fenomenal seperti didirikannya unit kedua pada tahun 2001 yaitu unit pondok Putra. Di antara hal penting yang disampaikan oleh Pak Kiyai di hari pertama Khutbatul ‘Arsy daring adalah tentang tujuan utama para founding father ; Kiyai Matori Al-Huda dan KH. Raden Hisyam Syafi’ie mendirikan Pondok Ibnul Qoyyim. Tujuan utama itu adalah untuk mencetak da’i pedesaan. Mengapa demikian? Karena pada masa itu, Kiyai Matori Al-Huda selaku Ketua sebuah ormas (kini menjadi Yayasan) yang diberi nama Persaudaraan Djamaah Haji Indonesia ,yang tidak lain merupakan yayasan yang menaungi PPIQ, menemukan permasalahan umat yang begitu pelik, yaitu minimnya da’i yang menyebarkan Islam di desa-desa di DIY. Bahkan salah satu persoalan yang menyedihkan adalah di beberapa desa belum pernah diadakan Khutbah Jum’at, alasannya karena tidak ada  da’i. Maka dari itulah para tokoh tersebut (semoga Allah memberi balasan Jannah Firdaus untuk mereka) mendirikan Pondok Ibnul Qoyyim untuk menyiapkan kader da’i yang akan berdakwah di desa-desa.



(KH. Rohadi Agus Salim Lc S.Pd.I)
Silhkan klik link dibawah ini untuk menonton

Oleh: Muhammad Jundi Rabbani

Kamis, 23 Juli 2020

PESAN SINGKAT DIREKTUR PPIQ PUTRA

Berikut pesan singkat Direktur Pondok Pesantren Ibnul Qoyyim Putra
Ustad H. Purwadi Pangestutiyas, S.Pd.

Kuliah Umum IV - Yayasan PDHI - Khutbatu-L-'Arsy Ponpes Ibnul Qoyyim Putra

Kuliah Umum IV - Yayasan PDHI - Khutbatu-L-'Arsy Ponpes Ibnul Qoyyim Putra
Bersama Ustad Drs. H. Djuanda YHS
Sekretaris Yayasan PDHI


    Di hari ke empat, Kamis, 23 Juli 2020, kuliah umum diisi oleh pengurus Yayasan Persaudaraan Djamaah Haji Indonesia, Ustadz. Drs. H. Juanda YHS. Beliau saat ini diberi amanah sebagai Sekretaris Yayasan PDHI. Pada kesempatan kali ini, Ustadz Juanda berbicara tentang hubungan erat Yayasan PDHI dengan Pondok Pesantren Ibnul Qoyyim Putra. Yayasan PDHI adalah yayasan yang sejak awal menaungi Pondok Ibnul Qoyyim, pendiri nya adalah pendiri Pondok Ibnul Qoyyim itu sendiri. Sebagai gambaran, setiap ada kebijakan besar di Pondok Ibnul Qoyyim, pasti dilakukan berdasarkan persetujuan dari Yayasan PDHI. Beliau juga berbicara banyak tentang berbagai lembaga yang telah didirikan oleh PDHI, mulai dari lembaga pendidikan, lembaga kesehatan, masjid, panti asuhan, dll. Ustadz Juanda juga mengingatkan kita bahwa PDHI telah banyak berkontribusi untuk ummat di Yogyakarta.

(Ustadz Drs. H. Juanda YHS)

Oleh: Muhammad Jundi Rabbani

Kuliah Umum III - Kepengasuhan Santri - Khutbatu-L-'Arsy Ponpes Ibnul Qoyyim Putra

Kuliah Umum III - Kepengasuhan Santri - Khutbatu-L-'Arsy Ponpes Ibnul Qoyyim Putra
Bersama Ustad M. Fajar Nur Rahmat, Lc

    Pada hari ketiga, Rabu 22 Juli 2020, kuliah umum diisi oleh Ustadz Muhamad Fajar Nur Rachmat Lc, beliau adalah alumni PPIQ tahun 2013, yang saat ini mengemban amanah sebagai kepala Pengasuhan Pondok Putra. Pada kesempatan ini Ustadz Fajar berbicara seputar kepengasuhan santri. Sebagai gambaran, di Pondok santri akan diberi bimbingan oleh para pengurus selama 24 jam. Separuh waktu mereka berada dalam bimbingan para Ustadz dan Ustadzah di Madrasah, dan separuh waktunya santri akan dibimbing dan dibina oleh para ustadz yang mengabdi di dalam pesantren.

Dalam pengasuhan di pondok, santri diajarkan  untuk hidup mandiri, mandiri dalam segala hal, mulai dari bangun tidur hingga tidur kembali, dengan tetap dalam pengawasan para asatid. Santri juga akan dibina kemandirian nya dalam beribadah, sholat lima waktu wajib dilakukan di Masjid, dan berangkat ke masjid tepat waktu.

Pada kuliah umum ini, Ustadz Fajar banyak bercerita tentang pengalaman di Pondok, baik pengalaman pribadi juga pengalaman para alumni yang sukses menjalankan pendidikan di Pondok Pesantren Ibnul Qoyyim Putra.

(Ustadz Muhammad Fajar Nur Rachmat Lc)

Oleh: Muhammad Jundi Rabbani

Rabu, 22 Juli 2020

KULIAH UMUM KE-KMI -AN

Kuliah Umum II - Kuliyatul Mu'allimin Al-Islamiyah - Khutbatu-L-Arsy Pondok Pesantren Ibnul Qoyyim bersama Direktur Pondokk Pesantren Ibnul Qoyyim Putra
Ustad H. Purwadi Pangestutiyas, S.Pd

    Hari Selasa 21 Juli 2020, kuliah umum diisi oleh direktur Pondok Pesantren Ibnul Qoyyim Putra, Ustadz H. Purwadi Pangestu Tyas S.Pd.I, dengan tema Kulliyatul Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI). Pada kesempatan ini, Ustadz Purwadi berbicara tentang sistem pembelajaran yang digunakan di Pondok Pesantren Ibnul Qoyyim. Sistem ini disebut KMI, rata-rata pondok modern di Indonesia menggunakan sistem ini. Sistem KMI memberlakukan masa pendidikan di Pesantren selama 6 tahun (Mts-MA). Level kelas nya juga berbeda dengan sekolah umum yang apabila lulus dari kelas 6 SD menjadi kelas 7 SMP , dan lulus SMP menjadi kelas 10 SMA. Di KMI mulai dari kelas 1 sampai dengan kelas 6 Kmi.  Selain itu Ustadz Purwadi menyebutkan , perbedaan paling mendasar adalah pada kurikulum, di KMI proporsi ilmu agama lebih banyak dibandingkan dengan ilmu umum.

    Di KMI santri akan dibekali dengan wawasan Islam yang komprehensif atau menyeluruh, agar santri diharapkan mampu memahami bahwa Islam itu tidak hanya mencakup urusan ibadah, tetapi mencakup seluruh aspek kehidupan.

    Maka dari itu, sebagai gambaran, di KMI ini pesantren tidak “memaksa” santri menjadi kiyai atau ustadz semuanya, ia bisa saja menjadi seorang dokter, birokrat, ilmuwan dan profesi lainnya, namun tetap dilandasi dengan nilai-nilai Islam itu sendiri.

    Demikian kurang lebih poin-poin penting yang dismapaikan oleh Ustadz Purwadi  pada kesmepatan kuliah umum ke III.


(Ustadz H. Purwadi Pangestutyas S.Pd.I)


Oleh: Muhammad Jundi Rabbani

Selasa, 21 Juli 2020

KULIAH UMUM KEPONDOKAN

Kuliah Umum 1 - Kepondokan - Khutbatu-L-'Arsy Pondok Pesantren Ibnul Qoyyim Putra Yogyakarta oleh Pimpinan Pondok Pesantren Ibnul Qoyyim , K.H. Rohadi Agus Salim, S.Pd.I