Selamat Datang di Pondok Pesantren Ibnul Qoyyim Putra Yogyakarta, Jalan Yogya - Wonosari Km 10,5 Sitimulyo, Piyungan, Bantul.

Senin, 12 April 2021

Marhaban ya ramadhan....

 ( سئل شيخ الإسلام ابن تيمية : أيهما أنفع للعبد؟ التسبيح أم الاستغفار؟ فأجاب : إذا كان الثوب نقياً فالبخور وماء الورد أنفع له ، وإذا كان دنساً فالصابون والماء الحار أنفع له . . فالتسبيح بخور الأصفياء و الاستغفار صابون العصاة . )


شيخ الإسلام ابن تيمية رحمه الله

Sambutlah Romadhon, dengan tasbih dan istighfar.


Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah pernah ditanya, manakah yang lebih manfaat antara bertasbih dan beristighfar?

Beliau jawab; Andaikata bajumu bersih, maka parfum lebih cocok. Sedangkan untuk bajumu yg kotor, maka sabun dan air hangat lebih berfungsi.

Tasbih itu, ibarat parfum bagi orang2 suci, sedangkan istighfar adalah sabun buat para pendosa.

Di mata kami, beliau orang baik

 إنَّ أُنَاسًا كَانُوا يُؤْخَذُونَ بالوَحْيِ في عَهْدِ رَسولِ اللَّهِ صلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ، 

وإنَّ الوَحْيَ قَدِ انْقَطَعَ، 

وإنَّما نَأْخُذُكُمُ الآنَ بما ظَهَرَ لَنَا مِن أعْمَالِكُمْ، 

فمَن أظْهَرَ لَنَا خَيْرًا، أمِنَّاهُ وقَرَّبْنَاهُ، 

وليسَ إلَيْنَا مِن سَرِيرَتِهِ شَيءٌ،

 اللَّهُ يُحَاسِبُهُ في سَرِيرَتِهِ، 

ومَن أظْهَرَ لَنَا سُوءًا، 

لَمْ نَأْمَنْهُ ولَمْ نُصَدِّقْهُ، 

وإنْ قالَ: إنَّ سَرِيرَتَهُ حَسَنَةٌ


الراوي : عمر بن الخطاب |

 المحدث : البخاري |

 المصدر : صحيح البخاري

الصفحة أو الرقم: 2641 |

 خلاصة حكم المحدث : [صحيح]



Dulu semasa Rasulullah masih hidup, dalam menghakimi seseorang, ada beberapa orang yg divonis langsung lewat wahyu.

Sepeninggal beliau, tiada lagi wahyu yg turun untuk menjelaskan status seseorang.

Oleh sebab itu Umar bin Khottob berkata, "Sekarang kami putuskan sikap terhadap kalian berdasarkan tampilan lahir yang nampak dari amal harian kalian."

Siapa yang di hadapan kami menunjukkan tampilan yg baik, maka kami merasa aman dekat dengan mereka, dan kami hormati mereka.

Sama sekali kami tidak punya wewenang dalam menilai batinnya.

Kami serahkan penilaian kondisi batin mereka kepada Allah, biar Dia yang menghisab mereka.

Sedangkan orang yang di mata kami secara lahir nampak buruk, maka kami tidak merasa aman dan percaya kepada mereka, sekalipun secara lesan ia mengaku batinnya itu baik.


وفي الحديثِ: أنَّ الأصلَ في المسلمِ العدَالةُ حتَّى يَظهَرَ منه ما يُنافِيها

Dalam sebuah riwayat disebutkan, bahwa pada dasarnya, semua orang muslim itu adil, sampai ia menunjukkan sesuatu yg menyelisihi keadilannya.

Minggu, 11 April 2021

Belajar ihsan dari penjara

 

وَدَخَلَ مَعَهُ السِّجْنَ فَتَيَانِ

 قَالَ أَحَدُهُمَا إِنِّي أَرَانِي أَعْصِرُ خَمْرًا 

وَقَالَ الآخَرُ إِنِّى أَرَانِي فَوْقَ رَأْسِي خُبْزًا تَأْكُل الطَّيْرُ مِنْهُ 

نَبِّئْنَا بِتَأْوِيلِهِ إِنَّا نَرَاكَ مِنَ

 الْمُحْسِنِينَ (36)

Dan bersama dengan dia masuk pula ke dalam penjara dua orang pemuda. Berkata salah seorang di antara keduanya, "Sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku memeras buah anggur. Dan yang lainnya berkata, "Sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku membawa roti di atas kepalaku, sebagiannya dimakan burung.” Beritakanlah kepada kami ta'birnya: sesungguhnya kami memandang kamu termasuk orang-orang yang baik.

قال الضحّاك عن المراد بإحسان يوسف ﷺ في قول الفتيين له: "إنّا نراك من المحسنين": "كان إذا مرض إنسان (في السجن) قام عليه، وإذا احتاج جمع له، وإذا ضاق أوسع له".
قال قتادة: بلغنا أنه كان يداوي مريضهم، ويعزّي حزينهم، ويقول لمن انقطع رجاؤه منهم: أبشروا، واصبروا تُؤجروا

Adh Dhahhak menafsirkan makna Ihsan nya nabi Yusuf, sebagaimana disematkan oleh kedua pemuda yg bertanya tentang takwil mimpinya: 
إِنَّا نَرَاكَ مِنَ الْمُحْسِنِينَ
"Sesungguhnya kami memandang kamu termasuk orang-orang yang baik."
Dahulu, kalau ada tahanan penjara yang sakit, beliau berusaha menanganinya. Jika ada yang butuh sesuatu, beliau berusaha memenuhi kebutuhannya. Kalau ada yg merasa sempit, beliau coba untuk melapangkannya.
Sedangkan Qotadah menegaskan: Riwayat yang sampai kepadaku adalah bahwa beliau selalu mengobati tahanan yang sakit, menghibur mereka yg bersedih hati, jika ada orang yang putus harapan, beliau nasehatkan agar tetap optimis berharap yg terbaik, bersabar dan mengharap balasan yg terbaik dari Allah.


Jumat, 09 April 2021

Tentukan sikapmu

 Salah satu bukti nyata dari klaim ukhuwwah adalah, bela saudaramu dari kedholiman, dan cegah dia dari berbuat dholim.

Rasulullah bersabda;


(انصر أخاك ظالماً أو مظلوماً، فقال: رجل يا رسول الله صلى الله عليه وسلم أنصره إذ كان مظلوماً، أفرأيت إذا كان ظالماً كيف أنصره؟! قال: تحجزه أو تمنعه من الظلم، فإن ذلك نصره. ) رواه البخاري

Bantu saudaramu, baik ketika bertindak dholim maupun saat terdholimi.

Ada seorang yg bertanya; Wahai Rasulullah, saya setuju untuk menolongnya ketika didholimi, tapi bagaimana bisa saya membantunya ketika berbuat dholim!!

Beliau menjawab; Kamu halang2i atau kamu cegah dia dari perbuatan dholim. Itulah bentuk nyata dari bantuanmu.

Minggu, 04 April 2021

Koreksi Dini

  فإن الإنسان قد يعرف أن الحق مع غيره

ومع هذا يجحد ذلك لحسده إياه، 

أو لطلب علوه عليه، أو لهوى النفس، 

ويحمله ذلك الهوى على أن يعتدي عليه 

ويردّ ما يقول بكل طريق، 

وهو في قلبه يعلم أن الحق معه

وإذا ما اعتقد في الرجل أنه غير معظّم 

ردّ أقواله وإن كانت حقا، 

فيجعل قائل القول سببا للقبول والرد 

من غير وزن بالكتاب والسنة




شيخ الإسلام أحمد بن تيمية


 Umumnya orang, sering sadar jika orang lain itu yang benar, namun tetap saja ia sangkal dikarenakan rasa dengki, atau semata tidak mau terlihat kalah, atau juga karena menuruti keinginan nafsunya semata.

Nafsu yg membuat dirinya menyerang pihak lain dan membantah tiap kata-katanya dengan berbagai cara.

Padahal, dalam hati ia tahu bahwa kebenaran ada di pihak orang itu.

Kalau sudah yakin bahwa orang itu tidak layak dihormati, semua pendapatnya ditolak, meskipun itu benar.

Ia jadikan harga diri seseorang di matanya sebagai ukuran diterima atau tidaknya pendapatnya tanpa menimbangnya dengan Al Qur'an dan Sunnah.

Selasa, 30 Maret 2021

Ilmu makrifat

 ( معرفة الله سبحانه نوعان:

الأول: معرفة إقرار، وهي التي اشترك فيها الناس البر والفاجر، والمطيع والعاصي. 

والثاني: معرفة توجب الحياء منه والمحبة له وتعلق القلب به والشوق إلى لقائه وخشيته والإنابة إليه والأنس به والفرار من الخلق إليه، وهذه هي المعرفة الخاصة )


الإمام ابن القيم


Sekilas ttg Makrifat


Ma'rifatulloh itu ada dua:

1. Ma'rifat pengakuan, dalam hal ini semua orang sama2 mengakuinya, yg baik maupun jahat.

2. Ma'rifat yg mampu menumbuhkan rasa malu, cinta, keterikatan hati, rindu bertemu dgn-Nya, dan lari menjauh dari manusia karena hanya berharap pada-Nya.

Inilah yg dimaksud ma'rifat khusus, yg hanya dimiliki para khowash.


Redam perasaan

 "مارأيت عبادة أجل وأعظم من جبر الخواطر"

إماطة الأذى عن مشاعر وقلوب الناس 

لا يقل درجة عن إماطة الأذى عن طريقهم 

اجبروا الخواطر 

وراعوا المشاعر

 وانتقوا كلماتكم 

وتلطفوا بافعالكم 

ولا تؤلموا أحدا 

وقولوا للناس حسنا 

وعيشوا أنقياء اصفياء 

سنرحل ويبقي الأثر.


الأمام سفيان الثوري


Aku tidak melihat, ada ibadah yg lebih besar dan agung ketimbang meredam rasa.

Menyingkirkan duri yg mungkin bisa menyakiti hati dan menyinggung perasaan orang lain, tidaklah kalah tinggi derajatnya dari menyingkirkan duri di jalan.

Redamlah perasaan, jagalah hati orang.

Pilihlah kata2 yg tepat agar tidak menyinggung.

Jagalah sikap kalian biar tidak menyakiti orang.

Jangan sekali-kali melukai orang, baik fisik maupun psikisnya.

Ucapkanlah kata-kata yg terbaik di hadapan orang.

Jalani hidupmu dgn hati yg bersih dan pikiran jernih.

Sebab,...

kita akan pergi, 

dan....

pasti meninggalkan kenangan abadi.