Selamat Datang di Pondok Pesantren Ibnul Qoyyim Putra Yogyakarta, Jalan Yogya - Wonosari Km 10,5 Sitimulyo, Piyungan, Bantul.

Selasa, 19 Januari 2021

SEPULUH WASIAT ALLAH

 Allah ‘azza wa jalla berfirman,

قُلْ تَعَالَوْا أَتْلُ مَا حَرَّمَ رَبُّكُمْ عَلَيْكُمْ أَلَّا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا وَلَا تَقْتُلُوا أَوْلَادَكُمْ مِنْ إِمْلَاقٍ نَحْنُ نَرْزُقُكُمْ وَإِيَّاهُمْ وَلَا تَقْرَبُوا الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ وَلَا تَقْتُلُوا النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ ذَلِكُمْ وَصَّاكُمْ بِهِ لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ وَلَا تَقْرَبُوا مَالَ الْيَتِيمِ إِلَّا بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ حَتَّى يَبْلُغَ أَشُدَّهُ وَأَوْفُوا الْكَيْلَ وَالْمِيزَانَ بِالْقِسْطِ لَا نُكَلِّفُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا وَإِذَا قُلْتُمْ فَاعْدِلُوا وَلَوْ كَانَ ذَا قُرْبَى وَبِعَهْدِ اللَّهِ أَوْفُوا ذَلِكُمْ وَصَّاكُمْ بِهِ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ وَأَنَّ هَذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيمًا فَاتَّبِعُوهُ وَلَا تَتَّبِعُوا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَنْ سَبِيلِهِ ذَلِكُمْ وَصَّاكُمْ بِهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ


“Katakanlah: Marilah kubacakan apa yang diharamkan atas kamu oleh Rabbmu:


(1) Janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun.


(2) Dan berbuat baiklah terhadap kedua orang tuamu.


(3) Dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena takut kemiskinan. Kamilah yang memberi rezeki kepadamu dan kepada mereka.


(4) Dan janganlah kamu mendekati perbuatan-perbuatan yang keji, baik yang nampak maupun yang tersembunyi.


(5) Dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah kecuali dengan alasan yang benar.

Yang demikian itu diwasiatkan oleh Allah kepadamu supaya kamu berakal.


(6) Dan janganlah kamu dekati harta anak yatim, kecuali dengan cara yang terbaik, hingga sampai ia dewasa (serahkanlah hartanya kepadanya).


(7) Dan sempurnakanlah takaran dan timbangan dengan adil. Kami tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan sesuai kesanggupannya.


(8) Dan apabila kamu berkata, maka hendaklah kamu berlaku adil meskipun terhadap karib kerabat.


(9) Dan penuhilah janji Allah.

Yang demikian itu diwasiatkan oleh Allah kepadamu agar kamu mengambil pelajaran.


(10) Dan bahwa (yang Kami perintahkan) ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah jalan Ini, dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya.

Yang demikian itu diwasiatkan oleh Allah kepadamu agar kamu bertakwa.” [Al An’am: 151-153]

Beban hidup sejati

 ( إذا ثقل الظهر بالأوزار، 

منع القلب من السير إلى الله، 

والجوارح من النهوض في طاعته . )


الإمام ابن القيم رحمه الله


Jika punggung udah keberatan memikul dosa,..

Maka hati pun kan merasa berat berjalan menuju Allah,...

Akhirnya, ...

badan juga ikut2an nggak kuat bangkit tuk jalankan perintah-Nya.

Senin, 18 Januari 2021

Hakekat Marah

 أوثِقْ غَضَبَكَ بسلسلةِ الحلم، 

فإنّه كلب...

 إن أُفلِت أَتْلَف . )


الإمام ابن القيم رحمه الله


Kekanglah amarahmu, ..

dengan untaian rantai kelembutan hati.


Karena marah adalah,...

anjing yang akan menjadi ganas ketika dilepasliarkan.

Minggu, 17 Januari 2021

Ujian hakiki, buat yg berilmu

 ( فإن من خزن علمه 

ولم ينشره ولم يعلمه، 

ابتلاه الله بنسيانه 

وذهابه منه، 

جزاء من جنس عمله . )


الإمام ابن القيم رحمه الله


Siapa yang menyimpan ilmunya,

tidak dia sebarkan dan ajarkan

Maka, akan Allah uji dengan lupa,

dan akan hilang dari ingatannya.

Sebagai bentuk balasan yang setimpal dengan perbuatannya.



Senin, 11 Januari 2021

Rizki dan Dosa, Takdir dan Doa

 


Diriwayatkan dari Tsauban radhiyallahu ‘anhu, 

dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, 

bahwasanya beliau bersabda,

إن العبد ليحرم الرزق بالذنب يصيبه، 

وإن القضاء لا يرده إلا الدعاء،

 وإن الدعاء مع القضاء يعتلجان إلى يوم القيامة، 

وإن البر يزيد في العمر


“Sesungguhnya seorang hamba (bisa jadi terhalangi) dari rizkinya karena dosa yang diperbuatnya. 

Sesungguhnya takdir itu tidaklah berubah, kecuali dengan doa. 

Sesungguhnya doa dan takdir saling berusaha untuk mendahului, hingga hari kiamat. 

Dan sesungguhnya perbuatan baik (berbakti kepada orang tua) itu akan memperpanjang umur.” 

(HR. Ahmad no. 22438, Ibnu Majah no. 22438, dinyatakan hadits hasan oleh Syu’aib Al-Arnauth dalam Takhrij Al-Musnad)