Santri Ibnul Qoyyim Putra Belajar Banyak Hal dari Perhelatan Akbar MBMG

0

IBNULQOYYIMPUTRA.PONPES.ID - Organisasi Santri merupakan sebuah unsur yang sangat berperan penting dalam keberlangsungan kegiatan santri di Pondok Pesantren Ibnul Qoyyim Putra. Dalam rangka menyempurnakan program kerja Organisasi, Pondok Pesantren Ibnul Qoyyim melaksanakan perhelatan akbar tahunan yaitu MBMG pada hari Rabu s/d Ahad (1-5/8/2021).

MBMG  adalah singkatan dari Musyawarah Besar santri dan Musyawarah Gugus Depan yang juga sering disebut dengan Mubes dan Mugus. Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin tahunan di Pondok Pesantren Ibnul Qoyyim Putra  yang berisi Laporan Pertanggungjawaban pengurus OSIQ (Organisasi Santri Ibnul Qoyyim) dan Pramuka Gugus Depan 06035. MBMG juga merupakan moment pergantian kepengurusan OSIQ dan Pramuka, dimana setelah laporan pertanggungjawaban pengurus yang telah selesai masa baktinya, akan dilanjutkan dengan musyawarah penentuan kegiatan dan haluan kerja kepengurusan baru selama satu tahun ke depan, dan diakhiri dengan pelantikan pengurus OSIQ dan Pramuka yang baru.



Seperti tahun-tahun sebelumnya, MBMG tahun 2021 ini dilaksanakan di Gedung Pengajian Sabtu Pagi komplek Pondok Pesantren Ibnul Qoyyim Putra, dan diikuti oleh seluruh warga pondok pesantren. Dalam garis besar peraturannya, peserta MBMG terbagi menjadi dua, yaitu peserta aktif yang merupakan santri pondok pesantren, dan peserta tidak aktif yaitu pengasuh dan para asatidz pondok pesantren.


Kegiatan MBMG di Pondok Pesantren Ibnul Qoyyim Putra sarat dengan edukasi. Pada kegiatan ini yang menjadi panitia adalah seluruh santri kelas 4 KMI. Mereka mengatur sedemikian rupa seluruh rangkaian kegiatan dari hari pertama hingga hari terakhir melalui bimbingan dua orang musyrif/ustadz. Panitia MBMG meliputi banyak bagian yaitu ; Ketua, Sekretaris, Bendahara, Seksi Acara, Seksi Humas, Seksi Konsumi, Seksi Perlengkapan dan Seksi Dekorasi Dokumentasi. Di saat inilah para santri kelas 4 KMI mendapatkan edukasi tentang penyelenggaraan sebuah event.



 Selain itu dari seluruh panitia ada 3 orang yang dipilih untuk menjadi pimpinan sidang pleno. Ini merupakan kesempatan emas bagi mereka untuk belajar bagaimana memimpin sebuah musyawarah besar yang meliputi lima sidang pleno. MBMG juga menjadi wadah pembelajaran bagi santri lainnya, yang mana mereka diminta untuk berpikir kritis namun tetap santun. Mereka diberikan kesempatan pada sidang pleno untuk mengoreksi kepengurusan sebelumnya dan memberi masukan dan saran untuk kepengurusan yang baru pada sidang komisi.  Dan masih banyak lagi edukasi yang didapatkan oleh para santri pada kegiatan MBMG. Semoga dengan ini Pondok Pesantren Ibnul Qoyyim bisa terus mewujudkan santri yang cerdas, aktif, dan kritis.

Posting Komentar

0 Komentar
Posting Komentar (0)
To Top