Selamat Datang di Pondok Pesantren Ibnul Qoyyim Putra Yogyakarta, Jalan Yogya - Wonosari Km 10,5 Sitimulyo, Piyungan, Bantul.

Selasa, 30 Maret 2021

Ilmu makrifat

 ( معرفة الله سبحانه نوعان:

الأول: معرفة إقرار، وهي التي اشترك فيها الناس البر والفاجر، والمطيع والعاصي. 

والثاني: معرفة توجب الحياء منه والمحبة له وتعلق القلب به والشوق إلى لقائه وخشيته والإنابة إليه والأنس به والفرار من الخلق إليه، وهذه هي المعرفة الخاصة )


الإمام ابن القيم


Sekilas ttg Makrifat


Ma'rifatulloh itu ada dua:

1. Ma'rifat pengakuan, dalam hal ini semua orang sama2 mengakuinya, yg baik maupun jahat.

2. Ma'rifat yg mampu menumbuhkan rasa malu, cinta, keterikatan hati, rindu bertemu dgn-Nya, dan lari menjauh dari manusia karena hanya berharap pada-Nya.

Inilah yg dimaksud ma'rifat khusus, yg hanya dimiliki para khowash.


Redam perasaan

 "مارأيت عبادة أجل وأعظم من جبر الخواطر"

إماطة الأذى عن مشاعر وقلوب الناس 

لا يقل درجة عن إماطة الأذى عن طريقهم 

اجبروا الخواطر 

وراعوا المشاعر

 وانتقوا كلماتكم 

وتلطفوا بافعالكم 

ولا تؤلموا أحدا 

وقولوا للناس حسنا 

وعيشوا أنقياء اصفياء 

سنرحل ويبقي الأثر.


الأمام سفيان الثوري


Aku tidak melihat, ada ibadah yg lebih besar dan agung ketimbang meredam rasa.

Menyingkirkan duri yg mungkin bisa menyakiti hati dan menyinggung perasaan orang lain, tidaklah kalah tinggi derajatnya dari menyingkirkan duri di jalan.

Redamlah perasaan, jagalah hati orang.

Pilihlah kata2 yg tepat agar tidak menyinggung.

Jagalah sikap kalian biar tidak menyakiti orang.

Jangan sekali-kali melukai orang, baik fisik maupun psikisnya.

Ucapkanlah kata-kata yg terbaik di hadapan orang.

Jalani hidupmu dgn hati yg bersih dan pikiran jernih.

Sebab,...

kita akan pergi, 

dan....

pasti meninggalkan kenangan abadi.

Sabtu, 27 Maret 2021

Perindu sejati

 ( الخوف يبعدك عن معصيته، 

والرجاء يخرجك إلى طاعته، 

والحب يسوقك إليه سوقا.

 لما علم الله سبحانه أن قلوب المشتاقين إليه لا تهدأ إلا بلقائه، ضرب لهم أجلا للقاء؛ تسكينا لقلوبهم، 

فقال الله تعالى : 

"من

 كان يرجو لقاء الله فإن أجل الله لأتٍ " . )


الإمام ابن القيم رحمه الله


Takutmu kepada Allah,... akan menuntunmu menjauh dari maksiat.

Rasa harapmu,...

 akan memaksamu keluar demi melakukan amal ketaatan.

Cintamu pada-Nya,...

 akan melahirkan rasa rindu pertemuan dengan-Nya.


Saat Allah tahu, hati para perindu-Nya takkan merasa tenang sampai bisa bertemu diri-Nya, maka Dia tetapkan waktu pertemuan itu. Sebagai bentuk penenangan bagi mereka.

Inilah makna firman-Nya:


 "من كان يرجو لقاء الله فإن أجل الله لأتٍ " 

Siapa yg senantiasa mengharap pertemuan dengan Allah, maka sungguh waktu pertemuan dengan Allah itu pasti akan tiba.

Jumat, 26 Maret 2021

Ikhlas beramal

 Hakekat sebuah keikhlasan


( فمن عوّد نفسه العمل لله 

لم يكن عليه أشق من العمل لغيره،

 ومن عوّد نفسه العمل لهواه وحظه 

لم يكن عليه أشق من الإخلاص والعمل لله . )


الإمام ابن القيم رحمه الله


Siapa yg terbiasa beramal dgn ikhlas lillahi ta'ala, 

takkan merasa keberatan melebihi beratnya beramal karena selain-Nya.

Sebaliknya, orang yg membiasakan diri berbuat semata-mata karena menuruti hawa nafsu dan demi keuntungan duniawinya,

 tidak ada yg ia rasa lebih berat daripada ikhlas beramal karena Allah.

Selasa, 23 Maret 2021

tanpa nama

 Amal Nyata, meski Tanpa Nama


  • نَحۡنُ نَقُصُّ عَلَيۡكَ نَبَاَهُمۡ بِالۡحَـقِّ‌ؕ اِنَّهُمۡ فِتۡيَةٌ اٰمَنُوۡا بِرَبِّهِمۡ وَزِدۡنٰهُمۡ هُدًى‌ۖ
    Kami ceritakan kepadamu (Muhammad) kisah mereka dengan sebenarnya. Sesungguhnya mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka, dan Kami tambahkan petunjuk kepada mereka

لم يذكر الله تعالى في سورة الكهف أسماء الفتية، 

ولكنه خلَّد عملهم، 

وذلك لأن قيمة الإنسان في عمله 

وليس في شكله واسمه ونسبه..."


 Dalam Al Qur'an, Allah tidak sebut nama para pemuda kahfi.

Namun, Dia kekalkan amal nyata mereka.

Sebab, nilai dari seorang itu terletak dalam kerja nyatanya. Bukan tergantung kepada bentuk penampilan, nama, ataupun nasabnya.

Minggu, 21 Maret 2021

Mu'min mu'allim

 ( فإن العالم إذا زرع علمه عند غيره 

ثم مات جرى عليه أجره وبقي له ذكره، 

وهو عمر ثانٍ وحياة أخرى، 

وذلك أحق ما تنافس فيه المتنافسون 

ورغب فيه الراغبون )

الإمام ابن القيم رحمه الله


Mu'allim yg Mukhlis

Seorang Alim, jika telah menanamkan ilmunya kepada orang, lalu ia meninggal, maka pahala amalnya terus mengalir, dan namanya akan tetap dikenang.

Inilah yg disebut umur kedua, atau kehidupan yang lain.

Kemuliaan ini, layak untuk diperebutkan oleh orang-orang yg mau berlomba, dan lebih pantas diidam-idamkan oleh para perindu kehidupan abadi.

Tiga kalimat

 Tiga Nasehat


كان الصالحون

 يتواصون بثلاث كلمات

 لو وزنت بالذهب لرجحت به

الأولى:

 من أصلح مابينه وبين الله

 أصلح الله ما بينه وبين الناس.

الثانية:

 من أصلح سريرته 

أصلح الله عالميته.

 الثالثة:

 من اهتم بأمر آخرته 

كفاه الله أمر دنياه وآخرته.


Dulu, para sholihin saling berpesan dgn tiga kata, andai saja ketiganya ditimbang dgn emas, pasti jauh lebih berat.


1. Siapa yg menjaga hubungan baiknya dgn Allah, pasti Allah perbaiki hubungannya dgn sesama manusia.


2. Siapa yg bisa menjamin kebaikan bathinnya, pasti Allah perindah tampilan lahirnya.


3. Siapa yg peduli dan memberikan perhatian kepada urusan akheratnya, Allah akan cukupi urusan dunia akheratnya.

Senin, 15 Maret 2021

Kaya hati

 ( الرضا باب الله الأعظم ، 

وجنة الدنيا ،

 ومستراح العابدين ،

من ملأ قلبه من الرضا بالقدر 

،ملأ الله صدره غنىً وأمناً . )


الإمام ابن القيم رحمه الله


Ridho adalah pintu Allah yg paling luas, ianya juga merupakan surga dunia dan tempat rehatnya para hamba 'Abidin.

Siapa yg mampu memenuhi hati dengan rasa pasrah dan ridho terhadap takdir, maka Allah akan memenuhi dadanya dengan rasa kaya dan aman.

Jumat, 12 Maret 2021

Kepintaran hakiki

( كلما اتسع علم الإنسان اتسعت رحمته . )

الإمام ابن القيم رحمه الله

Semakin luas ilmu yg dimiliki seseorang, maka akan bertambah luas pula belas kasih dan kebijaksanaannya.

Kamis, 11 Maret 2021

Mu'min yang Mukhlis

 Hakekat Mukmin yang Mukhlis

( المؤمن المخلص لله 

من أطيب الناس عيشا 

وأنعمهم بالا،

 وأشرحهم صدرا 

وأسرهم قلبا، 

وهذه جنة عاجلة قبل الجنة الآجلة . )


الإمام ابن القيم رحمه الله


Orang mukmin yang mukhlis, adalah orang yang paling bahagia hidupnya, paling tenang pikirannya, paling lapang dadanya dan paling gembira hatinya.

Inilah surga dunia yang disegerakan, sebelum kelak akan mendapat surga akherat yg abadi.

Isro' mi'roj

 أن النبي ﷺ أُتِيَ بالبراق 

ليلة أسري به ملجما مسرجا 

فاستصعب عليه

(قيل لأن ركوب الأنبياء عليه انقطع منذ فترة)

 فقال له جبريل:

"أبمحمَّد تفعل هذا!فما ركبك أحد أَكرم على اللَّه منه!

فارفضّ عرقا(استحى البراق حتى تصبب عرقا)

فركبهالنبيﷺ من البيت الحرام إلى المسجد الأقصى 


الراوي : أنس بن مالك | المحدث : الألباني | 

المصدر : صحيح الترمذي

الصفحة أو الرقم: 3131 | 

خلاصة حكم المحدث : إسناده صحيح


وروي انه كان جبريل عليه السلام ممسكا بلجامه، 

وفي رواية كان جبريل عليه السلام عن يمينه وميكائيل عليه السلام عن يساره

Diriwayatkan, bahwa pada malam Isro' Mi'roj Rasulullah saw dipersilahkan untuk menunggangi Buraq, yang telah dilengkapi kekang dan pelana. Buraq sedikit mempersulit beliau, ada yg menyatakan hal ini disebabkan karena sudah lama sekali ia tidak dinaiki oleh para nabi.

Lalu, malaikat Jibrilpun berkata kepadanya:

"Beraninya kamu mekakukan hal ini kepada Muhammad !

Padahal, tidak ada manusia lain yg menunggangimu yg lebih mulia dari dirinya."

Maka Buraqpun merasa malu sampai bercucuran keringatnya.

Kemudian, nabi menaikinya dari Masjidil Haram menuju Masjidil Aqsha.


Dalam riwayat lainnya disebutkan, bahwa malaikat Jibril memegangi tali kekangnya.

Riwayat yg lain menyebutkan bahwa malaikat Jibril mengiringnya dari sisi kanan, sedang malaikat Mikail dari kiri.

Tiga modal

 ( الرغبة في الله ،

 وإرادة وجهه ،

 والشوق إلى لقائه ،

 هي رأس مال العبد ،

 وقوام حياته الطيبة . )


الإمام ابن القيم رحمه الله

Cinta Allah, mencari ridho-Nya, dan mengharap bertemu dengan-Nya adalah modal dasar seorang hamba, ketiganya menjadi penopang kebahagiaan hidupnya.

Rabu, 10 Maret 2021

Tiga Kata

 ( وليحذر كل الحذر من طغيان "أنا" و "لي" و" عندي" ، فإن هذه الألفاظ الثلاثة ابتُـلي بها إبليس،وفرعون، وقارون . )


الإمام ابن القيم رحمه الله


Waspadalah, ....

berhati-hatilah dengan kepongahan tiga ujaran berikut; saya, kepunyaanku, ada padaku (milikku sendiri) ...

Karena dengan tiga kata ini, Allah uji Iblis, Fir'aun dan Qorun.

Allah berfirman di dalam surat Al A’raf, ayat 12:

{قَالَ مَا مَنَعَكَ أَلا تَسْجُدَ إِذْ أَمَرْتُكَ قَالَ أَنَا خَيْرٌ مِنْهُ خَلَقْتَنِي مِنْ نَارٍ وَخَلَقْتَهُ مِنْ طِينٍ (12) }

“Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu Aku menyuruhmu?” Menjawab iblis, “*Saya* lebih baik daripadanya; Engkau ciptakan saya dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah."

Sedangkan berkaitan tentang Fir'aun, Allah berfirman di dalam Surat Az-Zukhruf ayat 51:

وَنَادَىٰ فِرْعَوْنُ فِى قَوْمِهِۦ قَالَ يَٰقَوْمِ أَلَيْسَ لِى مُلْكُ مِصْرَ وَهَٰذِهِ ٱلْأَنْهَٰرُ تَجْرِى مِن تَحْتِىٓ ۖ أَفَلَا تُبْصِرُونَ


Dan Fir'aun berseru kepada kaumnya (seraya) berkata: "Hai kaumku, bukankah kerajaan Mesir ini kepunyaanku dan (bukankah) sungai-sungai ini mengalir di bawahku; maka apakah kamu tidak melihatnya...!!"

Adapun kisah mengenai Qorun ada dalam surat Al Qashas ayat 78 :

قَالَ اِنَّمَآ اُوْتِيْتُهٗ عَلٰى عِلْمٍ عِنْدِيْۗ اَوَلَمْ يَعْلَمْ اَنَّ اللّٰهَ قَدْ اَهْلَكَ مِنْ قَبْلِهٖ مِنَ الْقُرُوْنِ مَنْ هُوَ اَشَدُّ مِنْهُ قُوَّةً وَّاَكْثَرُ جَمْعًا ۗوَلَا يُسْـَٔلُ عَنْ ذُنُوْبِهِمُ الْمُجْرِمُوْنَ

Dia (Qarun) berkata, “Sesungguhnya aku diberi (harta itu), semata-mata karena ilmu yang ada padaku.” Tidakkah dia tahu, bahwa Allah telah membinasakan umat-umat sebelumnya yang lebih kuat daripadanya, dan lebih banyak mengumpulkan harta? Dan orang-orang yang berdosa itu tidak perlu ditanya tentang dosa-dosa mereka.


Selasa, 09 Maret 2021

Bercerminlah....

 صلاحكَ ينعكسُ على أسرتكَ وأبنائكَ والمجتمع من حولك !! 

Kesholehanmu, akan tercermin terhadap keluarga dan anak2mu, serta lingkungan sekitarmu.

يقولُ ابنُ المنكدر رحمهُ الله :

Ibnul Munkadir berkata:

(إن الله ليحفظ بالرجل الصالح ؛

Seorang yg sholeh, akan membuat Allah memberi penjagaan kepada;

ولدهُ وولدَ ولده ،، 

Anak cucunya

والدويرات التي حوله؛

dan lingkungan sekelilingnya

 فما يزالون في حفظِ الله وسترهِ

Mereka akan selalu berada dalam naungan penjagaan Allah dan tabir-Nya.

رواه الحميدي في المسند. 377  بإسناد صحيح، وقد رواه أيضا ابن المبارك (الزهد.330) وابن أبي شيبة في (المنصف.35415). وأبو نعيم في (الحلية.148/3). والواحدي (التفسير الوسيط.163/3). والنسائي في (الكبرى11866). والبلاذري (أنساب الأشراف.162/10).

Warisan Keshalehan

 Rahasia sukses mencetak anak sholeh.


Baktikanlah dirimu, demi anak cucumu dengan cara berusaha menjaga keshalehan dan keistiqomahan dalam menjalankan perintah agama.

Besar harapan, kelak mereka juga akan menjadi anak shaleh seperti orang tuanya. 

Niscaya dengan keshalehan itu, diri mereka akan terjaga dari segala musibah yang menimpa agama dan dunianya. 

Hingga akhirnya mereka menjadi anak shaleh yang berbakti kepada kalian selaku orang tuanya.

Ibnu Rojab al Hambali berkata:

Kadangkala, karena berkat keshalehan seseorang, Allah akan menjaga keturunannya sepeninggalnya. 

Sebagaimana ada sebagian ulama yang menafsirkan surat Al Kahfi ayat 82:

وكان أبوهما صالحا

"Dahulu, orang tua kedua anak ini adalah orang yg shaleh."

Kedua anak tersebut memperoleh penjagaan khusus, -bahkan dalam menjaga harta warisannya-, disebabkan karena keshalehan orang tuanya.

Sa'id Ibnul Musayyab berkata kepada putranya:

Demi kalian, aku rela memperbanyak shalat sunnatku. Berharap, Allah akan menjagakan kalian untukku. Lalu beliau bacakan ayat:

وكان أبوهما صالحا

Dahulu, orang tua kedua anak ini adalah orang yg shaleh

Umar bin Abdul Aziz berkata: Tidak ada seorang mukmin yang meninggal dunia, melainkan Allah akan menjaga keturunannya dan yang setelahnya.

Ibnul Munkadir berkata:

Seorang yang sholeh, akan membuat Allah memberi penjagaan kepada anak cucunya dan lingkungan sekelilingnya.

Mereka akan selalu berada dalam naungan penjagaan Allah dan tabir-Nya.

Inilah hukum sunnatulloh yg adil, barang siapa berbuat baik, niscaya akan mendapat balasan yg lebih baik.

Siapa yg berusaha menjaga hak Allah dan beristiqomah di jalan-Nya, maka Allah akan menjaga keluarga, harta dan anak2nya.

Anaknya akan jadi orang yang istiqomah dalam menjalankan agama, serta akan menjadi anak yang berbakti kepada orang tuanya dan akan menjaga nama baiknya.

Sehingga, mereka benar-benar menjadi penyejuk mata bagi orang tua di dunia dan akherat.

Demikian pula sebaliknya.

Balasan itu setimpal dengan amal perbuatannya.

Kalau ada kejadian yg menyelisihi kaidah ini, itu pengecualian yg semata-mata pilihan Allah dan takdir-Nya.