Selamat Datang di Pondok Pesantren Ibnul Qoyyim Putra D.I. Yogyakarta. Terwujudnya Generasi Mukmin, Mu'allim, Mubaligh, Mujtahid yang Mukhlis

Ratusan Santri Berbondong-Bondong Sholatkan Jenazah Pak Suhad

 

Kabar duka menyelimuti keluarga besar Pondok Pesantren Ibnul Qoyyim. Ahad (13/03/2022) pukul 12.04 Waka Humas Ponpes Ibnul Qoyyim Putra mengumumkan bahwa Pak Suhadi, penjaga pondok putra sejak awal berdirinya hingga tahun 2020 telah dipanggil oleh Allah subhaanahu wa ta'aala.

"Inalilahi wa ina ilaihi rajiun....

Telah meninggal dunia Bapak Suhad, baru saja, semoga beliau di trima di sisi Allah Swt  dan di ampuni segala dosa-dosanya.. amien.."

Ponpes Ibnul Qoyyim berduka cita atas wafatnya Pak Suhad (sapaan akrab Bapak Suhadi), seorang yang mendedikasikan separuh masa hidupnya untuk merawat Pondok Pesantren Ibnul Qoyyim Putra. Ucapan belasungkawa pun memenuhi group maupun status whatsapp keluarga besar Ponpes Ibnul Qoyyim. Rasa kehilangan begitu terpancar. Lantas hal ini bukan tanpa sebab, karena keluarga besar Ponpes Ibnul Qoyyim Putra menyaksikan dan merasakan sendiri bagaimana perjuangan Pak Suhad dalam merawat pondok. 

Sedangkan di Pondok Putra, ba'da Sholat Ashar salah seorang musyrif mengumumkan kepada seluruh santri tentang kepergian Pak Suhad, dan menyampaikan sedikit tentang riwayat pengabdian beliau untuk Pondok. Setelah itu musyrif menginstruksikan kepada seluruh santri dan Asatidz lainnya agar setelah ini bersiap-siap berangkat ke rumah duka. Ratusan santri bersama para Asatidz berbondong-bondong menuju rumah duka untuk mensholatkan jenazah Pak Suhad. Dari depan masjid Pondok mereka membuat barisan panjang kemudian berjalan bersama menuju rumah yang jaraknya kurang lebih 500 meter dari Pondok. 

Sesampai di rumah duka, para santri bergantian mensholatkan jenazah Pak Suhad. Bersama para Asatidz, para santri mengiringi kepergian "founding father" mereka itu dengan do'a, 

اللّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ وَاَكْرِمْ نُزُلَهُ وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ وَاغْسِلْهُ بِلْمَاءِ وَالشَّلْجِ وَالْبَرْدِ وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْاَبْيَضُ مِنَ الدَّ نَسِ وَاَبْدِلْهُ دَارً اخَيْرًا مِنْ دَارِهِ وَاَهْلًا خَيْرًا مِنْ اَهْلِهِ وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ وَادْخِلْهُ الجَنَّةَ وَاعِذْهُ مِنْ عَدَابِ الْقَبرِ وَفِتْنَتِهِ وَمِنْ عَذَابِ النَّارِ

"Ya Allah, ampunilah dan rahmatilah, bebaskanlah, lepaskanlah ia. Dan muliakanlah tempat tinggalnya, luaskanlah jalan masuknya, bersihkanlah ia dengan air yang jernih dan sejuk, dan bersihkanlah ia dari segala kesalahan seperti baju putih yang bersih dari kotoran. Dan gantilah tempat tinggalnya dengan tempat tinggal yang lebih baik daripada yang ditinggalkannya, dan keluarga yang lebih baik, dari yang ditinggalkannya juga. Masukkanlah ia ke surga, dan lindungilah dari siksanya kubur serta fitnahnya, dan siksa api neraka.”



Selamat jalan Pak Suhad, semoga Allah menempatkanmu di tempat yang tinggi. Perjuangan mu abadi, kebaikanmu tidak akan pernah hilang dari ingatan anak-anakmu, para santri.

[JR]
Baca Juga Ini ya...

Posting Komentar

1 Komentar

  1. Terimakasih kepada semua yang telah mendoakan bapak.Semoga bapak dilapangkan kuburnya, diampuni semua dosanya dan kelak kita bisa bertemu kembalindisurgaNya.Aamiin.

    BalasHapus