Selamat Datang di Ma'had Ibnul Qoyyim Putra D.I. Yogyakarta. Terwujudnya Generasi Mukmin, Mu'allim, Mubaligh, Mujtahid yang Mukhlis

Pelepasan 31 Da'i Muda Program Muballigh Hijrah Ramadhan 1443 Ponpes Ibnul Qoyyim Putra

 

Pondok Pesantren (selanjutnya : Ponpes) Ibnul Qoyyim Putra menyelenggarakan Pembekalan dan Pelepasan 31 da'i untuk program Muballigh Hijrah Ramadhan 1443 H di Gedung Balai Muslimin komplek Ponpes Ibnul Qoyyim Putra, Kamis (01/04/2022).

31 da'i muda ini merupakan santri kelas 4 KMI yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Acara pembekalan dan pelepasan merupakan gerbang awal dikirimnya 31 da'i muda ini untuk menjalankan tugas da'wah dari Pondok di daerah Purwosari, Panggang, Gunungkidul. Pada kesempatan ini, hadir pengurus yayasan Drs. H. Juanda YHS, selaku Sekretaris Umum Yayasan Persaudaraan Djama'ah Haji Indonesia (PDHI), Drs. H. Agus  Ketua Badan Pelaksana Harian (BPH) Ponpes Ibnul Qoyyim, Pimpinan Ponpes Ibnul Qoyyim KH. Purwadi Pangestutyas, Direktur Ponpes Ibnul Qoyyim Putra, Ust. M. Fajar Nur Rachmat, Lc beserta jajarannya. Selain itu, wali santri kelas 4 KMI juga hadir dalam acara ini, menyaksikan anak-anak mereka dilepas untuk berangkat melaksanakan tugas da'wah. 



Acara pembekalan & pelepasan berjalan dengan baik. Pada kesemapatan ini Pimpinan Ponpes Ibnul Qoyyim Putra memberikan sambutan. Dalam sambutannya, Kyai Purwadi mengucapkan terimakasih kepada tamu undangan, khususnya kepada Sekum PDHI, BPH Ponpes Ibnul Qoyyim, serta wali santri kelas 4 KMI yang telah berkenan hadir menyaksikan pelepasan 31 da'i muda Ponpes Ibnul Qoyyim Putra. Kyai Purwadi berharap 31 da'i muda ini menjadi pelita dan lentera yang mampu menerangi kehidupan ummat di tempat mereka betugas. Kyai Purwadi juga berharap acara ini menjadi gambaran bagi santri tingkat bawah yang kelak juga akan mendapatkan tugas yang sama.

Drs. Juanda YHS dalam kesempatan ini menjadi pembicara yang memberikan bekal untuk para da'i muda. Di awal pembicaraannya Ust. Juanda menyampaikan bahwa Muballigh Hijrah merupakan perwujudan dari cita-cita para pendiri Pondok Ibnul Qoyyim, (Alm) KH. Mathori Al-Huda dan (Alm) KH. Hisyam Syafi'ie, yaitu mencetak da'i pedesaan. 

Di antara pesan penting yang disampaikan Ust. Juanda pada pembekelan ini, bahwa seorang da'i atau muballigh itu harus membekali dirinya dengan ilmu sebelum terjun ke lapangan. Selain itu, Ust. Juanda mengatakan bahwa seorang da'i atau muballigh harus memiliki Tri Unggul ; Pertama, Unggul moral spiritual. Seorang da'i harus memiliki ketajaman hati. Isi hati yang bersih akan melahirkan tingkah laku yang bersih pula. Dalam istilah jawa disebut "mangasah mingising budi". Kedua, Unggul intelektual. Seorang da'i harus melengkapi dirinya juga dengan wawasan dan pengetahuan yang luas, dala istiah jawa disebut "memasuk malaning bumi." Ketiga, Unggul Peran Sosial. Seorang da'i harus memiliki kontribusi yang nyata di tengah-tengah masyarakat. Dalam istilah jawa disebut "memayu hayuning bawono".

Setelah medengarkan pembekalan yang diberikan oleh Ust.Juanda, 31 da'i kemudian dilepas secara resmi oleh Pimpinan Ponpes Ibnul Qoyyim KH. Purwadi Pangestutyas. 31 da'i ini dilepas dan diberikan bekal secara simbolis berupa mushaf Al-Qur'an satu persatu, kemudian mereka naik ke atas panggung, dan terakhir dibacakan do'a oleh KH. Purwadi Pangestutyas.




[J.R]

Posting Komentar

0 Komentar