Selamat Datang di Pondok Pesantren Ibnul Qoyyim Putra D.I. Yogyakarta. Terwujudnya Generasi Mukmin, Mu'allim, Mubaligh, Mujtahid yang Mukhlis

Sifat Penghuni Surga

 


Sifat Pertama:

 المتقين  yaitu orang-orang yang bertaqwa kepada Rabb mereka dengan menjadikan pemelihara dari siksa-Nya dengan melakukan yang diperintah-Nya karena taat kepada-Nya dan mengharap pahala-Nya, dan meninggalkan yang dilarang-Nya kepada mereka karena taat kepada-Nya dan takut dari siksa-Nya.


Sifat Kedua

 الذين ينفقون في السراء والضراء   mereka menginfakkan apa yang mereka disuruh menginfakannya menurut cara yang dituntut darinya, berupa zakat, sedekah, dan nafkah kepada yang harus diberi nafkah, nafkah dalam jihad dan lainnya dari berbagai jalan  kebaikan, mereka berinfak dalam senang dan susah. Kesenangan dan kebahagian yang mendorong mereka mencintai harta dan kikir padanya karena ingin menambahnya, dan kondisi berat dan susah tidak mendorong mereka menahan harta karena khawatir membutuhkannya.


Sifat Ketiga: 

الكاظمين الغيظ yaitu orang-orang yang menahan kemarahan mereka apabila marah, maka mereka tidak melakukan tindakan melampaui batas dan tidak dengki kepada orang lain karenanya.


Sifat ke Empat:

  لعافين عن الناس   mereka memaafkan orang yang berbuat zhalim kepada mereka dan melakukan tindakan melewati batas. Maka mereka tidak melakukan balas dendam padahal mereka mampu melakukannya. Dan dalam firman Allah subhanahu wa ta’ala: والله يحب المحسنين 

merupakan isyarat bahwa memaafkan tidak dipuji kecuali apabila dari sikap ihsan, dan hal itu dengan meletakkan pada tempatnya yang menjadi perbaikan. Adapun pemberian maaf yang menambah kejahatan pelakunya maka hal itu bukan tindakan terpuji dan tidak mendapat pahala. 

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

قال الله تعالي: ﴿ فَمَنۡ عَفَا وَأَصۡلَحَ فَأَجۡرُهُۥ عَلَى ٱللَّهِۚ  ﴾ [ الشورى : 40]  

« maka barang siapa mema'afkan dan berbuat baik maka pahalanya atas (tanggungan) Allah. (QS. asy-Syura-:40)

Sifat ke Lima: 

 ﴿وَٱلَّذِينَ إِذَا فَعَلُواْ فَٰحِشَةً أَوۡ ظَلَمُوٓاْ أَنفُسَهُمۡ ذَكَرُواْ ٱللَّهَ فَٱسۡتَغۡفَرُواْ لِذُنُوبِهِمۡ﴾ 

Fahisyah adalah dosa-dosa keji, yaitu dosa-dosa besar seperti membunuh jiwa yang diharamkan, durhaka kepada kedua orang tua, makan riba, memakan harta anak yatim, kabur dari peperangan, zina, mencuri dan semisalnya dari dosa-dosa besar.

     Adapun berbuat aniaya terhadap diri sendiri maka bersifat lebih umum karena mengandung dosa besar dan kecil. Apabila mereka melakukan sesuatu dari hal itu, mereka teringat keagungan yang mereka durhaka kepada-Nya maka mereka takut dari-Nya, dan mereka teringat ampunan dan rahmat-Nya, maka mereka berusaha melakukan sebab-sebab hal itu, mereka meminta ampun terhadap dosa-dosa mereka dengan memohon ditutup dan dilepaskan dari siksanya. Dan dalam firman-Nya :

 ( وَمَن يَغۡفِرُ ٱلذُّنُوبَ إِلَّا ٱللَّهُ ﴿

merupakan isyarat  bahwa mereka tidak meminta ampunan dari selain Allah subhanahu wa ta’ala karena tidak ada yang mengampuni dosa selain Dia subhanahu wa ta’ala.

Sifat ke Enam: 


  وَلَمۡ يُصِرُّواْ عَلَىٰ مَا فَعَلُواْ وَهُمۡ يَعۡلَمُونَ ١٣٥  maksudnya mereka tidak terus menerus melakukan dosa, mengetahui bahwa ia adalah dosa, mengetahui keagungan Siapa yang dia durhaka kepada-Nya, dan mengetahui kedekatakan ampunan-Nya, bahkan mereka segera berhenti dan bertaubat darinya. Maka terus menerus di atas dosa padahal mengetahui menjadikan dosa-dosa kecil menjadi dosa besar, dan bisa menyeret pelakunya kepada perkara-perkara berbahaya yang sulit. 

Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

قال الله تعالي: ﴿ قَدۡ أَفۡلَحَ ٱلۡمُؤۡمِنُونَ ١ ٱلَّذِينَ هُمۡ فِي صَلَاتِهِمۡ خَٰشِعُونَ ٢ وَٱلَّذِينَ هُمۡ عَنِ ٱللَّغۡوِ مُعۡرِضُونَ ٣ وَٱلَّذِينَ هُمۡ لِلزَّكَوٰةِ فَٰعِلُونَ ٤ وَٱلَّذِينَ هُمۡ لِفُرُوجِهِمۡ حَٰفِظُونَ ٥ إِلَّا عَلَىٰٓ أَزۡوَٰجِهِمۡ أَوۡ مَا مَلَكَتۡ أَيۡمَٰنُهُمۡ فَإِنَّهُمۡ غَيۡرُ مَلُومِينَ ٦ فَمَنِ ٱبۡتَغَىٰ وَرَآءَ ذَٰلِكَ فَأُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلۡعَادُونَ ٧ وَٱلَّذِينَ هُمۡ لِأَمَٰنَٰتِهِمۡ وَعَهۡدِهِمۡ رَٰعُونَ ٨ وَٱلَّذِينَ هُمۡ عَلَىٰ صَلَوَٰتِهِمۡ يُحَافِظُونَ ٩ أُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلۡوَٰرِثُونَ ١٠ ٱلَّذِينَ يَرِثُونَ ٱلۡفِرۡدَوۡسَ هُمۡ فِيهَا خَٰلِدُونَ ١١  ﴾ [ المؤمنون : 1-11]

Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, * (yaitu) orang-orang yang khusyu' dalam shalatnya, * dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna, * dan orang-orang yang menunaikan zakat, * dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, * kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela. * Barangsiapa mencari yang di balik itu maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas. * Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya, * dan orang-orang yang memelihara shalatnya. * Mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi, * (ya'ni) yang akan mewarisi surga Firdaus. Mereka kekal di dalamnya. (QS. al-Mukminun: 1-11)

ditulis oleh Muhammad Jundi Rabbani, S.Sos


Baca Juga Ini ya...

Posting Komentar

0 Komentar